Article

Jasa Studi Kelayakan Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia.

Jasa Studi Kelayakan Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia.

Studi Kelayakan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit dan PKS.

Studi Kelayakan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit dan Pabrik Kelapa Sawit.

Perkembangan perkebunan kelapa sawit Indonesia telah berkembang pada 22 provinsi dari 33 provinsi di Indonesia. Lima provinsi terbesar sebagai sentra perkebunan kelapa sawit adalah Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat. Penyebaran perkebunan kelapa sawit pada 22 provinsi Indonesia mulai dari provinsi paling barat Indonesia sampai provinsi paling timur Indonesia, menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit sangat cocok terhadap keragaman iklim di daerah tropis.

Industri kelapa sawit masih menjadi salah satu komoditas andalan Indonesia hingga saat ini. Industri kelapa sawit menyumbangkan devisa yang cukup besar untuk Indonesia, menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia, menghasilkan produk turunan yang bernilai tinggi dan Indonesia termasuk Negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Dapat disimpulkan industri kelapa sawit masih terdapat peluang di Indonesia.

Besarnya kontribusi Industri Kelapa Sawit terhadap perekonomian di Indonesia, maka pemerintah atau negara harus hadir untuk mendorong perkembangan kelapa sawit. Pemerintah juga perlu mendorong atau menfasilitasi para pelaku usaha untuk berinvestasi yang nantinya akan mengajak para petani untuk mengembangkan, membesarkan dan turut serta mempertahankan industri kelapa sawit.

Selain peranan pemerintah, pelaku bisnis juga dihadapkan pada permasalahan pendanaan yang tidak sedikit menjadi salah satu hambatan yang di hadapi. Dan pihak yang dapat diandalkan dalam masalah ini adalah pihak perbankan. Namun tidak sampai disitu, pihak perbankan sebagai kreditur juga perlu pertimbangan karena adanya resiko dari setiap proyek yang di investasikan, terutama perkebunan kelapa sawit. Dalam hal ini perbankan mempercayai pihak independen yaitu perusahaan jasa konsultan untuk mengkaji kelayakan rencana bisnis (Business Plan) perkebunan kelapa sawit, pabrik kelapa sawit, oleokimia, dan produk turunan-turunannya.

Maksud dan tujuan penyusuan studi kelayakan pembangunan kebun kelapa sawit milik Perseroan adalah sebagai berikut:

1.Memberikan masukan kepada perusahaan dalam rangka implementasi minat perusahaan untuk membangun dan mengembangkan usaha perkebunan.

2.Memberikan gambaran mengenai rencana fisik dan rencana pembiayaan serta proyeksi manfaat pembangunan perkebunan yang dimaksud.

3.Menyajikan suatu rencana fisik, rencana pembiayaan dan rencana penghasilan yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara teknis, ekonomis, finansial serta memenuhi persyaratan yang telah ditentukan untuk permohonan kredit investasi dari pihak bank dalam rangka pembiayaan bagi program pembangunan perkebunan kelapa sawit.

4.Untuk menganalisis kelayakan proyek sehingga diharapkan bermanfaat bagi perusahaan dan bank dalam upaya memberikan pertimbangan, penilaian dan keputusan yang mendukung upaya-upaya pengajuan kredit yang akan dilaksanakan.

Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah:

1.Analisis produksi kebun untuk menentukan kemampuan produksi serta kapasitas yang dapat dicapai.

2.Analisis pasar untuk menentukan besarnya tingkat permintaan produk Perseroan dankemungkinan untuk melakukan ekspansi pasar.

3.Analisis makro ekonomi, industri perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahan kelapa sawit untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor tersebut terhadap kinerja Perseroan di masa mendatang.

4.Analisis proyeksi keuangan dalam rangka mengevaluasi kemampuan arus kas perusahaan dalam men-service pinjaman yang akan diperoleh, serta melihat kelayakan proyek yang akan dikembangkan berdasarkan NPV, IRR, PI, Payback Period, dan BEP.

Posted on

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please contact us for free consultation